Yolandaryu’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Sulut March 11, 2008

Sulawesi Utara

Deskripsi/Description
Sulawesi Utara satu dari 34 propinsi di Indonesia dengan ibukota Manado. Sulawesi Utara terletak pada 0° 30´ – 4° 30´ LU dan 123° 00′ – 127° 00′ BT. Propinsi Geografis Sulawesi Utara Berbatasan dengan :
Sebelah Utara : Negara Philipina
Sebelah Timur : Propinsi Maluku Utara
Sebelah Selatan : Propinsi Gorontalo
Sebelah Barat : Laut Sulawesi

Luas Propinsi Sulawesi Utara adalah 15.272, 16 km2 , luas tersebut termasuk dengan beberapa pulau , diantaranya adalah Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Mantehage, Pulau Talise, Pulau Bangka, Pulau Lembeh, Pulau Siau, Pulau Tangkulandang, Pulau Karangkelang, Pulau Ruang, Pulau Biaro, Pulau Sangihe, Pulau Salibabu dan Pulau Kabaruan. Dan Sulawesi Utara memiliki garis pantai 1.837 km. Sulawesi Utara terbagi dalam tiga kotamadya, Manado, Tomohon dan Bitung, serta enam kabupaten yakni Kabupaten Minahasa Induk, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Bolang Mongondow, Kabupaten Sangihe dan Kabupaten Talaud.

Iklim/Climate
Sulawesi Utara berikilim tropis , dengan rata –rata 32° C pada siang hari dan 24° C pada malam hari. Pola curah hujan jauh dari seragam. Curah hujan tahunan bervariasi anatara 1.500 mm dan 2.800 mm, dengan curah hujan paling lebat antara bulan Desember sampai dengan bulan Maret. Pada bulan Agustus dan bulan September, merupakan masa paling kering dalam setahun

Sejarah/History
Sebutan untuk masyarakat Sulawesi Utara adalah orang Minahasa. Minahasa bukanlah nama suatu etnik, melainkan sebuah sebutan atau istilah yang pertamakali muncul dalam laporan residen J.D Schierstein pada tanggal 8 Oktober 1789. Pada saat itu terjadi perjanjian perdamaian yang mempersatukan kelompok-kelompok sub etnik Bantik dan Tombolu (Tateli) dan kelompok Toulour dan kelompok Tonsawang. Minahasa berasal dari kata esa yang berarti satu, kata Maha –esa berarti menyatukan berbagai sub-etnik Minahasa. Terdapat delapan etnis yang merupakan penduduk asli Sulawesi Utara. Kedelapan Sub etnis tersebut adalah : Toulour/ Tondano, dengan dialek Tondano yang mendiami daerah bagian timur dan pesisir danau Tondano ; Totemboan, dengan dialek Totemboan yang mendiami daerah barat daya dan Selatan Danau Tondano ; Tonsea, dengan dialek Tonsea yang mendiami sekitar bagian timur laut ; Tombolu, dengan dialek tombolu yang mendiami daerah sekitar barat laut danau Tondano ; Tonsawang/Tonsini, dengan dialek dan bahasa Tonsawang yang mendiami daerah bagian tengah Minahasa atau bagian Selatan daerah Tombatu ; Pasan/Ratahan, dengan dialek – bahasa Ratahan yang mendiami daerah bagian timur sebelah Selatan ; Ponosokan, dengan dialek-bahasa Ponosakan yang mendiami daerah bagian selatan ; Bantik, dengan dialek Bantik yang mendiami atau tersebar di pesisir utara dan selatan kota Manado.

Hidupan Liar /Wildlife
Sulawesi Utara merupakan bagian penting dari garis Wallacea di Indonesia bagian timur sejak 150 tahun yang lampau. Garis Wallacea merupakan garis khayal dari ilmuwan Inggris Alfred Russel Wallace tentang penyebaran binatang . Garis ini seolah membatasi penyebaran satwa Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur . Banyak satwa endemic Sulawesi yang terdapat dalam kawasan konservasi di propinsi ini. Diantaranya, golongan Mamalia ; monyet hitam Yaki (Macaca nigra), Kuskus Beruang (Ailurupos ursinus), Tangkasi (Tarsius spectrum), Musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii), Babirusa (Babbyrousa babyrussa), Anoa Pamah ( Bubalus depressicornis), Anoa Gunung ( Bubalus quarlesi), Kalong Talud (Acredon humilis) dan Duyung (Dugong dugong)
Burung/bird
Sulawesi Utara merupakan tempat hidup dari 89 jenis (yakni 86% dari total 103) burung endemic Pulau Sulawesi dan pulau-pulau lepas pantai, dimana 13 jenis diantaranya merupakan endemic Sulawesi Utara. Burung tersebut meliputi Maleo ( Macrocephalon maleo), Rangkong (Rhyticeros cassidix), Burung hantu gunung (Ninox ios), burung hantu Punggok oker ( Ninox ochracea), Sikatan Matinan (Cyornis sanfordi), Sampiri (Eos histrio), Burung Niu ( Eutrichomyias rowleyi), Kakatua Jambul-Kuning (Cacatua sulphurea), Pergam hijau (Ducula aenea), Pergam putih (Ducula luctuosa), Jalak moloneti (Scissirostrum dubium), burung pendeta ( Streptocitta albicollis), raja perling sulawesi (Basilornis celebensis), Serindit sulawesi ( (Loriculus stigmatus), Kadalan sulawesi ( Rhampococcyx calorhnychus), burung udang merah kerdil (Ceyx fallax) , Elang alap sulawesi ( Accipiter griseiceps)

Vegetasi
Hutan Sulawesi Utara dapat di deskripsikan sebagai hutan tropis malar hijau ( (Tropical ever green forest) yang mencakup berbagai tipe vegestasi ( seperti hutan rawa dan bakau, hutan pantai, hutan pamah/dataran rendah, hutan pegunungan bawah, dan hutan gunung). Hutan Sulawesi Utara banyak di tandai dengan adanya suku-suku pohon tertentu seperti Moraceae, Annonaceae, dan Eurphorbiaceae.

Kawasan Konservasi
Sebagai kawasan yang penting dalam keanekaragaman hayati, Sulawesi Utara memiliki delapan kawasan konservasi bagi perlindungan habitat satwa liar, terutama dari ancaman kepunahan akaibat perburuan dan ancaman lainnya. Kedelapan kawasan konservasi tersebut adalah Cagar Alam Gunung Tangkoko-Dua Saudara, Cagar Alam Gunung Lokon , Cagar Alam Gn Ambang, Suaka Margasatwa Manembonembo, Suaka Margasatwa Karangkelang Utara, Suaka Margasatwa Karangkelang Selatan, Taman Nasional Bunaken, dan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s